Rabu, 02 April 2014

PRE-MATCH BRIEFING: PARIS SAINT-GERMAIN V CHELSEA

Chelsea's participation in these high-quality quarter-finals begins tonight in the French capital. Club historian Rick Glanvill and club statistician Paul Dutton commence their tale of two cities…

TALKING POINTS
Jose Mourinho's first European outing as manager of Chelsea was against Paris Saint-Germain at Parc des Princes in September 2004. This is the Parisiens' second appearance since then in Europe's elite competition, which Chelsea of course won in 2012.
Only five other clubs from capital cities - Real Madrid, Red Star Belgrade, Steaua Bucharest, Benfica and Ajax - have lifted the European Cup and Laurent Blanc's Qatar-backed crew are widely tipped to join our select group. It is up to Chelsea to make them down and out in Paris and London over the next week.
We meet up again with a couple of old boys: central defender Alex, and Claude Makelele who excelled in that stunning 3-0 victory for the Londoners a decade ago and is now PSG's assistant coach. France also reacquaints itself with the magic of Eden Hazard, twice their Young Player of the Year, twice their Player of the Year over four stellar seasons with Lille.
PSG's current head coach Laurent Blanc was in charge of Bordeaux when our two sides met in the 2008/09 group stage. He will not have fond memories of the game in London - a 4-0 drubbing - but back in France, Blanc having called on his players to match the Blues physically man-for-man, a late equaliser for the hosts brought a 1-1 scoreline.
Mourinho will ensure his side appreciate the importance of an away goal in the first leg tonight and the Parisiens have only managed one clean sheet at home in this competition, a 3-0 win over Benfica. However they have racked up the goals on the road, scoring four or more three times. Next Tuesday could deliver a lively denouement to this tie.
KEY STATChelsea are the only English team to have beaten Paris Saint-Germain on their home ground. 

Title challenges often end in a whimper rather than a bang and that was possibly the case at Selhurst Park. Much of the great work the week before against Arsenal was undone in prosaic fashion with fluffed lines and a self-inflicted wound.
The optimists among us can still grapple with the fixtures list, the calculator or even the crystal ball, but our six-week occupation of top spot ended with Liverpool's trouncing of Tottenham, despite Manchester City's draw at the Emirates. So it was that on the first day of the flat season Jose Mourinho admitted the race looked over for his little horse.
With such mighty teams left in the last eight of the UEFA Champions League it would be premature to plan for the final on Saturday 24 May, at Estadio da Luz in Lisbon. Bayern and Atletico hold the marginal advantage from last night's action at Old Trafford and Camp Nou, both matches ending in 1-1 draws.
Progress for PSG would be reaching the semi-finals for the first time since 1994/95. As with Chelsea since 2003 in England, not everyone in France is happy with their sudden rise to prominence courtesy of the Qatar Investment Authority. The club was founded as recently as 12 August 1970, three and a half months after Chelsea won the FA Cup for the first time.
Even some supporters of Les Parisiens find aspects of the new club awkward: Laurent Blanc used to play for hated rivals Olympique Marseille, who have been left reeling by the new power of PSG and Monaco.
However, the Rouge-et-Bleu are favourably handled by their league compared to the English club experience. With the benefit of the Ligue de Football Professional scheduling their matches earlier ahead of Champions League involvement, PSG have had an extra day to rest and prepare for this first leg.
On Friday the Parisiens recorded their second successive 1-0 away league victory to remain top of the Ligue 1 tree. The victory came courtesy of an own goal in a dogged, unspectacular but satisfactory performance, completed by a fine last-minute save by Salvatore Sirigu.
Laurent Blanc was able to rest both of his influential midfielders, Blaise Matuidi and Marco Verratti, as well as full-back Maxwell. Former Blues centre-back Alex (pictured below) was another non-starter.
Alex PSG

The cooperation of the LFP could be even more telling in the second leg at the Bridge, which kicks off on Tuesday evening, just 72 hours after Chelsea's home match against Stoke has finished. PSG will have had two days more to recover.
This is surely something the Premier League and partner TV companies must address - virtually every league in Europe tries to help their member clubs progress in Europe. England stands alone in arranging matches that are even later than the traditional 3pm on a Saturday, compromising Champions League preparations.
Champions League top scorers
Cristiano Ronaldo 13 630 minutes played
Zlatan Ibrahimovic 10 601
Lionel Messi 8 450
Diego Costa 7 375

All the quarter-final ties will be wrapped up next Tuesday and Wednesday, with the semi-final draw taking place in Nyon on Friday 11 April, and those matches scheduled for 22/23 and 29/30 the same month.

sumber:www.chelseafc.com

Rabu, 26 Maret 2014

Laporan Pertandingan: Chelsea 6 Arsenal 0

Chelsea (4-2-3-1): Cech; Ivanovic, Cahill, Terry (k), Azpilicueta; David Luiz (Mikel 70), Matic; Schurrle, Oscar (Salah 66), Hazard; Eto'o (Torres 9).
Cadangan Schwarzer, Kalas, Lampard, Ba.
Pencetak gol Eto'o 4, Schurrle 6, Hazard 16 pen, Oscar 41, 65, Salah 70.

Arsenal (4-2-3-1): Szczesny; Sagna, Mertesacker, Koscielny (Jenkinson h-t), Gibbs; Oxlade-Chamberlain (Flamini , Arteta (k); Rosicky, Cazorla, Podolski (Vermaelen 22); Giroud.
Cadangan Fabianski, Kallstrom, Gnabry, Sanogo.

Ringkasan

Chelsea jelas tahu bagaimana caranya merusak perayaan Arsene Wenger, setelah pertandingan ke-1000 manajer asal Perancis itu bersama Arsenal diakhiri dengan rekor kekalahan terbesar saat melawan kami.

Sang pemimpin klasemen sementara memulai pertandingan dengan cepat. Samuel Eto'o dan Andre Schurrle telah membuat kami 2-0 ketika pertandingan baru berjalan enam menit.

Keunggulan itu sudah tergandakan di saat jeda, dengan Eden Hazard mencetak gol dari titik penalti dan Oscar juga mencetak gol. Gol yang disebut pertama juga menghasilkan kartu merah bagi Arsenal, di mana Kieran Gibbs secara salah diusir wasit meski Oxlade-Chamberlain lah yang seharusnya keluar lapangan.

Dengan keunggulan 4-0 di saat jeda, permainan tim bisa menurun tapi itu tidak terjadi kali ini. Oscar dan pemain yang menggantikannya, Mohamed Salah, berhasil mencetak gol tambahan. Kemenangan ini juga merupakan kemenangan terbesar Chelsea di bawah manajer Jose Mourinho.

Babak pertama
Dengan posisi pertama di liga menghadapi posisi ketiga dan tim dengan rekor kandang terbaik menjamu tim dengan rekor tandang terbaik, Chelsea dan Arsenal berdeterminasi untuk mendominasi pertandingan sejak awal. Hal ini membuat pertandingan menjadi terbuka dan terlihat hidup.

Szczesny harus keluar untuk menggagalkan umpan silang kepada Eto'o dari Schurrle di sisi kanan, setelah sang striker lolos dari jebakan offside. Kemudian Petr Cech melakukan penyelamatan dari tendangan Olivier Giroud, yang bisa melepaskan diri dari penjagaan pertahanan Chelsea.

Pertandingan lalu berjalan ke arah Chelsea. Pertahanan Arsenal terbuka di belakang dan The Blues berusaha memanfaatkannya dengan melakukan serangan balik. Schurrle menguasai bola di wilayah pertahanan Arsenal, lalu memberikan umpan kepada Eto'o yang berlari dari sisi kanan, dan mengecoh pemain yang menjaganya sebelum melepaskan tendangan yang terarah ke pojok gawang.


Pertandingan baru berjalan empat menit, dan dua menit kemudian, Chelsea unggul dua gol.

Schurrle kali ini menjadi pencetak golnya ketika ia menerima umpan dari Matic dan melepaskan tendangan ke pojok gawang dengan tendangan dari pinggir kotak penalti. Szczesny terlihat kurang cepat bereaksi menghadapi tendangan kaki kanan lawan. Itu adalah gol ketujuh Schurrle musim ini.

"Arsene Wenger, kami ingin ia bertahan," demikian nyanyian dari para pendukung Chelsea, dan lagu itu kembali dinyanyikan ketika Chelsea menambah gol menjadi 3-0 di menit ke-16.

Fernando Torres, yang masuk menggantikan Eto'o yang cedera, terlibat pada gol ini. Ia menerima umpan Hazard di dalam kotak penalti dan mengembalikannya kepada pemain Belgia tersebut, yang melepaskan tendangan ke arah kanan gawang, namun Oxlade-Chamberlain secara aneh memutuskan untuk melompat dan mencoba menggagalkan peluang itu dengan tangannya.


Yang lebih aneh lagi, setelah memerlukan waktu sejenak untuk memastikan bahwa bukan Szczesny yang membuat penyelamatan, wasit lalu mengusir Kieran Gibbs, dan jelas merupakan sebuah kesalahan dalam mengidentifikasi pelakunya.

Hazard yang menjadi eksekutor pun tak membuat kesalahan.

Kehilangan satu pemain dan tertinggal 3-0, apa yang bisa dilakukan The Gunners setelah ini? Setelah beberapa menit, Wenger memasukkan Vermaelen menggantikan Podolski dan mengurangi pemainnya di depan.

Tendangan David Luiz yang terdefleksi bisa diselamatkan dengan baik setelah sebelumnya bola dimenangkan olehnya dan Matic di tengah lapangan, dan Schurrle juga melepaskan tendangan yang terdefleksi yang bisa digagalkan oleh Szczesny.

Gol keempat yang akan memastikan hasil akhir datang empat menit sebelum jeda - Oscar ada di tempat yang tepat untuk memanfaatkan umpan silang Torres dari jarak dekat, setelah pemain Spanyol ini dengan baik memanfaatkan serangan balik Chelsea dari sisi kanan.

Bahkan fans Chelsea yang paling optimis sebelum pertandingan penting ini tidak akan memimpikan bahwa kami akan begitu menikmati babak pertama ini.

Babak kedua
Kami hampir menambah keunggulan hanya satu menit setelah babak kedua dimulai setelah Torres dengan baik menggiring bola ke depan. Arsenal harus menyesuaikan diri kembali setelah melakukan dua pergantian, dengan Flamini dan Jenkinson masuk untuk memperkokoh pertahanan mereka.

Arteta mendapatkan kartu kuning setelah tekel yang terlambat terhadap Azpilicueta sebelum laga mencapai menit ke-60, sementara Cazorla membuat peluang terbaik bagi Arsenal dengan sebuah tendangan yang masih melebar tipis memanfaatkan ruang kosong yang ditinggalkan Chelsea. Mourinho dengan cepat langsung berdiri dan memberi instruksi. Ia ingin timnya kembali solid.

David Luiz mengirim umpan lambung kepada Torres, yang berhasil melepaskan diri dari jebakan offside, dan memberikan Oscar peluang untuk melepaskan tendangan. Bola melaju cepat ke pojok gawang dan kiper sempat melakukan sentuhan kecil untuk mengubah arah boola, namun wasit tak melihatnya dan memberikan mereka tendangan gawang.

Tendangan Oscar yang membuat skor menjadi 5-0 di menit ke-65 terjadi setelah Szczesny kembali bereaksi terlambat meski seharusnya memiliki kesempatan untuk menepis tendangan itu, dan ia pun gagal menghadapi tendangan Torres dengan sempurna beberapa menit kemudian.


Di antara kedua insiden itu, Mohamed Salah masuk menggantikan Oscar dan dalam waktu empat menit, pemain Mesir ini berhasil mencetak gol pertamanya untuk Chelsea. Berlari dengan cepat di belakang lini pertahanan The Gunners, ia menerima umpan yang bagus dari Matic dan melepaskan tendangan mendatar melewati Szczesny sebelum menerima ucapan selamat dari rekan-rekannya.


Schurrle nyaris membuat kami menambah jumlah gol di akhir pertandingan. Sempat ada beberapa peluang dan tendangan-tendangan yang diblok di dalam kotak penalti Chelsea, tetapi tidak ada yang benar-benar bisa merusak kisah sempurna mengenai derby London papan atas ini.

Di pertandingan ke-500nya, Wenger juga dikalahkan di tempat yang sama - saat itu Chelsea menang 1-0 dalam perjalanan menuju gelar juara. Kemenangan ini pun akan membuat optimisme tertanam kuat dalam derby London ini berikutnya.

Kartu merah Gibbs 15
Kartu kuning Arteta 51

Wasit Andre Marriner
Jumlah penonton 41,614

Read more at http://indo.chelseafc.com/news/latest/2100#iYHAVrtmDfl48PA6.99lsea 6 Arsenal 0

SEJARAH SINGKAT CHELSEA


Chelsea Football Club adalah sebuah klub sepak bola Inggris yang bermarkas di Fulham, London. Chelsea didirikan pada tahun 1905 dan kini berkompetisi di Liga Utama Inggris. Sepanjang sejarah penampilan dalam dunia sepak bola di Inggris dan Eropa, klub ini telah meraih empat gelar juara Liga Utama Inggris, tujuh Piala FA, empat Piala Liga, satu trofi Liga Champions UEFA, dua Piala Winners UEFA, dan satu Piala Super UEFA. Stadion kandang mereka Stamford Bridge, berkapasitas 41.837 kursi penonton, telah digunakan sebagai stadion kandang sejak Chelsea didirikan. Sejak tahun 2003, Chelsea dimiliki oleh Roman Abramovich seorang miliuner asal Rusia.

Kesuksesan pertama Chelsea diraih saat meraih gelar juara liga pada tahun 1955. Beberapa gelar dari berbagai kompetisi juga berhasil diraih pada dekade 1960an, 1970an, 1990an, dan 2000an. Dalam periode lima belas tahun terakhir merupakan periode terbaik kesuksesan Chelsea; yang ditutup dengan untuk pertama kali meraih gelar juara Double winner, Liga Utama Inggris dan Piala FA pada tahun 2010 dan gelar juara Liga Champions UEFA pada tahun 2012.

Kostum utama Chelsea adalah kaus dan celana berwarna biru royal dengan kaus kaki berwarna putih. Kombinasi tersebut telah digunakan sejak dekade 1960an. Lambang klub telah berganti beberapa kali dalam upaya memodernisasi dan mengubah pencitraan. Lambang yang kini digunakan, yang menampilan seekor singa seremonial memegang sebuah tongkat, merupakan modifikasi dari lambang yang pernah digunakan pada dekade 1950an. Rata-rata jumlah penonton liga pada laga kandang musim 2011–12 sebanyak 41.478 penonton, jumlah tertinggi keenam pada Liga Utama Inggris.

PRESTASI

Domestik

  • Juara (2): 1983–84, 1988–89
  • Runners-up (5): 1906–07, 1911–12, 1929–30, 1962–63, 1976–77
  • Juara (4): 1964–65, 1997–98, 2004–05, 2006–07
  • Runners-up (2): 1971–72, 2007–08
  • Juara (4): 1955, 2000, 2005, 2009
  • Runners-up (6): 1970, 1997, 2006, 2007, 2010, 2012
  • Full Members Cup
  • Juara (2): 1985–86, 1989–90

Eropa

  • Juara (1): 2011–2012
  • Runners-up (1): 2007–08
  • Juara (2): 1970–71, 1997–98
  • Juara (1): 1998